Salah satu narasumber MAF Idham yang juga mahasiswa Tingkat III Polbangtan Gowa bercerita ia saat ini bertugas melakukan pendampingan kepada petani di Kabupaten Luwu Timur.
“Kami mahasiswa Polbangtan Gowa turut berperan dalam menyukseskan program Kementan. Di lapangan kami mendata kondisi lapangan, jumlah pompa, serta mendata luas area tanam setiap daerah” ungkap Idham.
MAF yang digelar Polbangtan Gowa hari ini (03/08) mengambil tema peningkatan produksi beras dalam rangka antisipasi darurat pangan dihadiri ratusan peserta baik akademisi, petani, penyuluh maupun mahasiswa. MAF tersebut menjadi ajang diskusi dan berbagi wawasan serta perspektif dari pemerintah daerah, akademisi dan mahasiswa.
Kepala Dinas Pertanian dan tanaman Pangan Kabupaten Bulukumba Muh. Thaiyeb Maningkasi yang turut menjadi narasumber mengungkapkan bahwa Kabupaten Bulukumba saat ini juga turut dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan khususnya padi.
“Ada tiga tantangan penyebab darurat pangan di Bulukumba seperti iklim dan cuaca, alih fungsi lahan serta peningkatan populasi penduduk yang terus bertambah” ungkap Thaiyeb.
Sehingga Bulukumba selain ikut terlibat dalam program pompanisasi, juga mengandalkan beberapa program seperti memaksimalkan pupuk bersubsidi, memberikan bantuan sarana prasarana, permodalan, pengembangan varietas unggul, pengembangan SDM dan teknologi Pertanian.
1 Komentar