“Ingat, saat ini ada banyak negara yang mengalami penurunan produksi dan ada banyak penduduk dunia yang menderita kelaparan. Karena itu harus kita mitigasi dengan solusi cepat,” tegas Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyebutkan Penambahan Areal Tanam (PAT) menjadi solusi cepat dalam memitigasi kekeringan akibat El Nino.

Penanggung Jawab PAT kabupaten Bone, Wajo, Sinjai dan Bulukumba Detia Tri Yunandar menjelaskan bahwa di Kabupaten Wajo Luas tanam Oplah: 3.017,00 Ha (81,65% dari target 3.695 Ha). 4. Luas tanam Pompanisasi: 8.065,53 Ha (80,98% dari target 9.960 Ha). 5. Luas tanam padi gogo: 720,50 Ha (232,42% dari target 310 Ha).

Detia Tri Yunandar menyampaikan bahwa pompanisasi sasarannya sawah tadah hujan dengan Indeks Pertanaman (IP) 0 atau sawah yang satu tahun atau lebih tidak ditanami karena tidak ada air. Serta peningkatan IP dari 1 menjadi IP 2.