“Kita mulai dulu dengan Waskita jadi anaknya HK. Modelnya bukan merger, tapi HK di atas dan Waskita di bawah,” ujar Tiko.

Dengan model ini, Hutama Karya yang kondisi keuangannya lebih sehat diharapkan dapat memberikan dukungan cash flow kepada Waskita Karya. “Harapannya, Waskita bisa mendapatkan cash flow dan proyek secara berkesinambungan dari proyek-proyek HK,” tambahnya.

Fokus Bisnis dan Harapan Ke Depan

Konsolidasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN Karya. Erick menegaskan pentingnya fokus pada segmen-segmen spesifik, seperti jalan tol, EPC (engineering procurement construction), pelabuhan, hingga rel kereta api.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi BUMN untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih sehat, berkelanjutan, dan produktif di sektor konstruksi nasional.