“Demokrasi itu bukan dipimpin oleh orang populer, selebgram, atau para agen-agen pencitraan political marketing. Pemimpin itu adalah ahli strategi dan bisa gelar pemikiran besar tentang masa lalu, masa sekarang, dan masa akan datang,” kata Fahri.

Di sisi lain, Fahri optimis Partai Gelora mampu eksis di NTB. Bahkan, mantan politikus PKS itu menyebutkan NTB sebagai basis suara Partai Gelora.

“Kami satu-satunya partai yang lolos verifikasi tanpa ada perbaikan di NTB. Ini adalah pertanda baik sehingga kami betul-betul eksis di NTB,” kata Fahri.

Disoal terkait akan maju lagi untuk berebut kursi dewan Senayan pada Pemilu 2024 nanti, Fahri hanya meminta restu dari masyarakat NTB.

“Saya malah mau jadi presiden. Kalau soal itu saya lebih senang kalau rakyat yang memilih. Kekuatan itu yang berikan adalah rakyat,” katanya.