Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki pergerakan naik (thrust fault).

Hingga saat ini, BMKG telah mencatat empat aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,7.

Meskipun USGS (Survei Geologi Amerika Serikat) sebelumnya memberikan peringatan tsunami, Pusat Peringatan Tsunami Nasional di Palmer, Alaska, kemudian mengurangi sebaran peringatan tsunami untuk Alaska selatan dan semenanjung Alaska.

Hal ini menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berdampak pada wilayah Indonesia.

Dalam situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Meskipun gempa terjadi dengan magnitudo yang signifikan, tidak adanya ancaman tsunami pada wilayah Indonesia memberikan kelegaan bagi masyarakat.