Seorang fotografer Associated Press yang berada di lokasi melaporkan bahwa sejumlah jenazah telah berhasil dievakuasi dari area kejadian.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan sejumlah personelnya termasuk di antara korban luka dalam insiden tersebut. Informasi itu dilaporkan kantor berita Reuters.
Kementerian Pertahanan Suriah menyebut gudang yang hancur dalam ledakan digunakan untuk menyimpan senjata dan amunisi peninggalan pemberontakan serta perang saudara yang berlangsung di Suriah selama bertahun-tahun.
Menurut laporan kantor berita negara SANA, depot tersebut menyimpan material sisa konflik yang berlangsung sejak 2011 hingga 2024.
Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap penyebab pasti ledakan. Investigasi masih diperlukan untuk mengetahui bagaimana insiden tersebut dapat terjadi dan apakah terdapat faktor kelalaian dalam penyimpanan material berbahaya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan