suarakarsa.com – Polda Metro Jaya memusnahkan sebanyak 712,01 kilogram barang bukti narkoba menggunakan mesin insinerator di halaman Gedung Ditresnarkoba, Rabu (8/4/2026).
Proses pembakaran tersebut menimbulkan bau menyengat yang langsung menyebar di lokasi. Sejumlah wartawan yang meliput bahkan tampak menutup hidung dan menjauh karena khawatir mengalami efek “giting” atau mabuk akibat asap yang keluar dari cerobong alat pemusnah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, barang bukti ganja dikemas dalam plastik hitam yang dililit lakban cokelat. Selain itu, terlihat ribuan pil dalam plastik bening, sebagian lainnya masih dalam bentuk strip kemasan obat.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ahmad David, menyampaikan bahwa barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus selama tiga bulan terakhir.
“Selama kurun waktu tiga bulan terakhir, kami telah menyita barang bukti narkoba sebanyak 712,01 kilogram,” ujar David.
Ia merinci, barang bukti tersebut terdiri dari berbagai jenis narkotika dan obat-obatan berbahaya, antara lain:
- 115,84 kilogram sabu
- 275,92 kilogram ganja
- 26.593 butir ekstasi
- 873.950 butir obat-obatan berbahaya
- 11.000 cartridge vape berisi etomidate
- 19,69 kilogram serbuk ekstasi
- 7,63 kilogram tembakau sintetis
- 4,5 kilogram bubuk bibit sintetis
- 5.070 butir pil jenis heavy five
- 16,2 kilogram ketamin
- 96 bungkus heavy water
- 1,02 kilogram kokain
Seluruh barang bukti tersebut berasal dari pengungkapan 1.833 kasus dengan total 2.458 tersangka selama periode Januari hingga Maret 2026.
Sebelum dimusnahkan, seluruh barang bukti terlebih dahulu melalui proses verifikasi ketat. Barang-barang tersebut dicatat, dihitung, dan ditimbang ulang dengan disaksikan oleh pengawas internal serta penyidik.
Selain itu, dilakukan uji laboratorium forensik untuk memastikan keaslian barang bukti sebelum dimusnahkan.
Setelah proses verifikasi selesai, narkoba dimusnahkan menggunakan mesin insinerator bersuhu tinggi. David memastikan metode ini mampu menghancurkan barang bukti tanpa sisa.
“Pemusnahan kami gunakan mesin insinerator dengan suhu tinggi sehingga ketika dilakukan pembakaran tidak akan tersisa,” jelasnya.
Dalam proses tersebut, sebagian barang bukti juga diperlihatkan kepada awak media, termasuk sabu, ganja, ekstasi, dan kokain dalam jumlah kecil sebagai sampel.
Saat proses pembakaran dimulai, asap terlihat keluar dari cerobong mesin dan bau menyengat langsung tercium di sekitar lokasi.
Sejumlah wartawan tampak menutup hidung, mengenakan masker, bahkan menjauh dari area pemusnahan.
“Bau banget, takut giting (mabuk),” ujar salah satu wartawan.
“Sudah keluar asapnya, bisa mabuk ini,” kata wartawan lainnya.


Tinggalkan Balasan