Selain nikel, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam cadangan pasir silika, mencapai 330 juta ton, ditambah sumber daya kuarsit sebesar 297 juta ton. SDA ini menjadi bahan baku utama industri semikonduktor dan photovoltaic (PV) module untuk panel surya.

“Hilirisasi pasir silika menjadi wafer silikon adalah langkah strategis untuk mendukung pengembangan PV module dalam negeri, dengan potensi menjadikan Indonesia pusat teknologi tinggi dunia,” tambah Heriqbaldi.

Cadangan nikel melimpah telah menarik produsen kendaraan listrik global, seperti Hyundai dan Wuling, yang mendirikan fasilitas produksi di Jawa Barat dengan kapasitas hingga 260.000 unit per tahun. Indonesia juga menargetkan menjadi salah satu dari lima produsen baterai terbesar dunia dengan kapasitas 700 GWh pada 2045, memenuhi lebih dari 10 persen permintaan global.