suarakarsa.com – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat lonjakan klaim asuransi sebesar 35,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan nilai mencapai Rp8,3 triliun hingga akhir September 2024. Sebelumnya, nilai klaim tercatat sebesar Rp6,13 triliun.
Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menyatakan bahwa peningkatan klaim ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya risiko gagal bayar (default claim) dari debitur yang ditanggung oleh asuransi kredit. Budi mencurigai bahwa tingginya tingkat default ini didorong oleh fenomena pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).
“Sebanyak 75 persen klaim asuransi kredit berasal dari default claim. Ini karena masyarakat terlilit dalam sirkulasi pinjol dan judol, sehingga mempengaruhi pembayaran credit insurance,” jelas Budi saat memaparkan kinerja AAUI di Jakarta, Senin (30/9), seperti dilansir CNBC Indonesia.
Tinggalkan Balasan