suarakarsa.com – Pemerintah Kabupaten Konawe terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui dukungan terhadap program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Dalam program ini, Kabupaten Konawe menjadi bagian dari 16 provinsi di Indonesia yang memperoleh alokasi pengembangan sawah baru seluas 1.400 hektare.
Pengembangan lahan tersebut dipusatkan di Desa Sonai, Kecamatan Puriala, dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi pangan sekaligus memperluas areal tanam produktif di wilayah Konawe.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Konawe, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Unit Usaha, Kepala Badan Pusat Statistik, Kepala Bagian Umum Setda Konawe, serta pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Konawe.
Program ini juga terintegrasi dengan gerakan penanaman padi serentak nasional seluas 10.000 hektare yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia. Adapun pusat pelaksanaan penanaman nasional tersebut berada di Kabupaten Tanah Laut, tepatnya di Kecamatan Panyipatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap program percepatan ketahanan pangan nasional, khususnya melalui kegiatan cetak sawah rakyat dan tanam serentak.
Menurutnya, Kabupaten Konawe memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penghasil beras yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menyuplai antarwilayah, bahkan membantu daerah yang terdampak bencana.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan perhatian pemerintah pusat secara optimal, khususnya dalam pengelolaan lahan baru, penggunaan alat dan mesin pertanian, serta penerapan teknologi modern seperti drone pertanian.
Selain itu, pengawasan terhadap bantuan pertanian menjadi perhatian serius. Ia mengingatkan agar seluruh bantuan, baik alat maupun sarana produksi, benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani sesuai peruntukannya dan tidak dialihkan ke wilayah lain.
Peran penyuluh pertanian juga dinilai krusial dalam mendampingi petani, guna memastikan program berjalan efektif, produktif, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Konawe menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program ini agar berjalan optimal. Dukungan tersebut mencakup kesiapan lahan, penguatan infrastruktur pertanian, serta pendampingan teknis bagi para petani.
Pelibatan kelompok tani dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Melalui program Cetak Sawah Rakyat, Kabupaten Konawe diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai daerah penyangga pangan di Sulawesi Tenggara sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan