Disela-sela kesempatan, orator selanjutnya datang dari pimpinan LSM Bakti Konawe, Jasmilu menyampaikan bahwa, Aparat penegak hukum harus bertindak secara tegas terkait adanya tindakan premanisme yang menghalang-halangi jalannya aktifitas perusahaan.

“Kepada aparat penegak hukum, kami meminta untuk bertindak secara tegas,” ungkap Jasmilu.

Konsorsium NGO Konawe menilai, perusahaan tambang yang bergerak di Puriala, sudah cukup membantu masyarakat wilayah sekitar, dengan memberikan kompensasi, CSR dan bantuan bantuan lainya.

Aksi yang digelar Konsorsium NGO Konawe langsung di terima langsung oleh Ketua Komisi II, Beni Burhan SE, menanggapi tuntutan masa aksi yang tergabung dari konsorsium NGO, Beni menyampaikan bahwa pihaknya bersepakat untuk mendukung kehadiran Investasi yang ada di Kabupaten Konawe khususnya di wilayah kec. Puriala dalam hal ini tambang nickel.