suarakarsa.com – Korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh dipastikan akan merayakan Idul Fitri tahun ini di tenda pengungsian. Pasalnya, pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah desa belum rampung, bahkan sebagian desa baru menerima material bangunan.
Salah seorang penyintas banjir di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Wahyu Rahmah, mengatakan hingga kini belum ada bantuan pembangunan huntara dari pemerintah untuk desanya.
“Memang ada pembangunan beberapa unit huntara yang dikerjakan relawan di desa kami. Kalau dari pemerintah belum ada,” kata gadis yang akrab disapa Wara saat dihubungi via telepon, Senin (9/3/2026).
Menurut Wara, sebagian warga masih bertahan di tenda pengungsian. Sementara sebagian lainnya mencoba membangun tempat tinggal sederhana dari kayu seadanya agar tidak terlalu panas saat siang hari.
“Semoga bisa segera dibangun. Kalau melihat progres sekarang, sepertinya lebaran masih di tenda,” ujarnya.
Sementara itu, Datok Penghulu (Kepala Desa) Lubuk Sidup, Kecamatan Bandar Pusaka, Ibrahim, menyebutkan material pembangunan huntara untuk warganya telah tiba di desa.
“Kami mendapat 163 unit huntara. Mudah-mudahan bisa selesai sebelum lebaran. Kalau bisa dikebut siang dan malam agar segera ditempati pengungsi,” kata Ibrahim.
Ia menjelaskan, hingga saat ini para penyintas banjir masih tinggal di tenda pengungsian. Untuk kebutuhan bahan makanan, menurutnya masih tersedia untuk sementara waktu.
“Semoga bisa segera selesai,” katanya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tertanggal 3 Maret 2026, kebutuhan hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 4.276 unit. Namun, yang telah selesai dibangun baru 1.564 unit.
Data tersebut telah dilaporkan kepada Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sumatera serta Satuan Tugas Galapana DPR RI.
Huntara tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Karang Baru, Manyak Payed, Bendahara, Banda Mulia, Kuala Simpang, Sekerak, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Rantau, dan Kejuruan Muda.
Dari laporan yang ada, mayoritas pembangunan huntara baru mencapai progres 20 hingga 50 persen. Kondisi ini membuat pembangunan dipastikan belum akan selesai hingga Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, mengatakan pihaknya masih mengecek data terbaru terkait pembangunan huntara.
“Coba sebentar saya cek dulu berapa yang sudah dibangun pastinya,” ujarnya singkat.


Tinggalkan Balasan