Menurut Meutya, lawatan perdana ini adalah momen penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama bilateral dan multilateral. “Indonesia akan berperan sebagai jembatan antara kepentingan negara-negara berkembang dan negara-negara maju, tentunya dengan prinsip good neighbor policy,” tambahnya.

Selama keberadaannya di luar negeri, Prabowo telah memberikan arahan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mempersiapkan pedoman penyelenggaraan pemerintahan di tanah air. “Presiden telah menginstruksikan agar kita mempersiapkan semua hal untuk mulai bekerja keras pada tahun 2025, memastikan pemerintahan yang bersih, efisien, bebas dari manipulasi dan kolusi,” ujar Meutya menambahkan.

Dalam acara pelepasan tersebut, hadir sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Kepolisian RI Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Agus Subiyanto.