Studi yang dilakukan di Malawi menunjukkan perbaikan konsumsi protein pada anak kelompok usia 12-36 bulan meningkatkan tinggi badan yang berkorelasi dengan catch-up pertumbuhan dan perkembangan anak pada periode emas. Sumber protein dapat bervariasi, dari sumber hewani maupun nabati. Wilayah pesisir yang kaya dengan potensi hasil tangkap laut dapat mengoptimalkan konsumsi dari produk hewani untuk pemenuhan kebutuhan protein anak untuk menurunkan prevalensi stunting.

Makanan laut sumber protein ini penting untuk kedua jenis kelamin dan semua usia, terutama untuk anak, wanita hamil dan wanita usia subur, karena peran penting zat gizi mikro dan dua jenis omega-3 yakni docosahexaenoic acid (DHA) and eicosapentaenoic acid (EPA) dalam tumbuh kembang janin dan anak.

Makanan laut sumber protein yang umum dikenal di perairan Sulawesi Tenggara, seperti tuna, marlin, cakalang, kakap, sunu, bang kumis, tenggiri, cumi, kepiting, kerang, dan udang. Jumlah asam lemak omega-3 terdapat pada produk laut walaupun dalam jumlah kecil, yang berbeda dengan jenis protein yang tidak berasal dari perairan.