Selain iklim yang cukup ekstrim, ketegangan politik diberbagai belahan dunia juga turut memberi tantangan yang besar terhadap pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan negara.
Maka, manfaatkan momentum PENAS XVI sebagai ajang konsolidasi emosional para petani dari Sabang sampai Merauke agar semakin siap dalam menghadapi tantangan dunia pertanian, tegas Mentan lagi.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan jika program utama Kementan adalah juga untuk mengantisipasi El Nino dan antisipasi krisis pangan global sebagai dampak pandemi, perubahan iklim, perang Rusia-Ukrania.
“Untuk itu saya mengajak semua untuk menyamakan langkah dalam antisipasi masalah ini”, ucap Dedi.
Dedi menambahkan bahwa PENAS Petani Nelayan XVI merupakan forum pertemuan yang telah berlangsung sejak 1971, dan menjadi bagian yang strategis dalam upaya membangun kesepahaman diantara berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian perikanan dan kehutanan.
1 Komentar