Suara Mentan SYL dari Makassar, sudah sepantasnya menjadi “warning” kita bersama. Salah besar kalau kita mengabaikannya. El Nino kini tengah membayang-bayangi kehidupan para petani. Keluarga Besar Pertanian, jangan pernah lengah. Kehati-hatian dan kewaspadaan tetap harus ditempuh. Sekalinya kita teledor, bangsa ini harus menebusnya dengan harga cukup mahal.

El Nino hanya salah satu dampak dari berlangsungnya iklim ekstrim yang sejak lama menjadi masalah serius dalam keberlangsungan pembangunan pertanian, khususnya dalam memenuhi ketersediaan pangan. Kita sudah alami dampak dari iklim ekstrim ini. Ketika musim hujan tiba, kita kebanjiran dan tatkala kemarau menyergap, kita mengalami bencana kekeringan yang cukup panjang.

Ke dua fenomena alam yang demikian, jika tidak ditangani dengan tepat, bisa saja menjadi tragedi kehidupan yang mengenaskan. Itu sebabnya, untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, apa salahnya jika kabar dari Makassar di awal tulisan ini, patut kita perhatikan dengan sungguh-sungguh. Suara Mentan SYL menjadi pengingat yang tidak boleh masuk dari telinga kiri dan keluar lagi dari telinga kanan. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).