Idha menambahkan, komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kesadaran dan tanggung jawab bersama. Pegawai tidak hanya perlu memahami dampak negatif perjudian online, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan kerja.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, menegaskan bahwa aparatur dan insan pendidikan pertanian harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik, baik dalam menjalankan tugas maupun menjaga perilaku.
Menurutnya, komitmen menolak perjudian online harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Rianti Parawansa, menegaskan bahwa pakta integritas bukan sekadar dokumen administratif, melainkan komitmen moral yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku seluruh pegawai.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan