“Kita optimalkan penggunan alat musim pertanian sesuai dengan kebutuhan dan teknologinya untuk mengejar panen tepat waktu. Diharapkan pula sosialisasi keberhasilan project ini tidak hanya melalui informasi di kabupaten namun juga provinsi, termasuk World Bank itu sendiri. Karena tidak ada kegiatan yang berhasil dikerjakan oleh hanya satu institusi, khususnya pertanian, melainkan oleh banyak institusi, dalam hal ini Program SIMURP termasuk juga Kementerian PUPR dalam menjamin ketersediaan air,” tegas Bustanul.

Menurut Lead Water Resource Management Specialist, Ijsbrand, mengapresisai penerapan proyek SIMURP dalam meningkatkan produksi, produktivitas, dan pendapatan petaninya. Sejumlah manfaat tambahan dari Program SIMURP ini seperti iklim cerdas pertanian, emisi metana dan tidak menguranginya dalam peningkatan produktivitas pertanian.