Saat masuk, mereka langsung menemui dan mengelilingi Kasat Reskrim Polrestabes Kompol Teuku Fathir Mustafa di ruang penyidik lantai dua gedung Sat Reskrim.
Kami perintah komandan. Kalau belum selesai, enggak pulang. Kalau perlu diratakan saja ini,” kata salah satu pria diduga anggota TNI berpakaian preman.
Sekitar pukul 16.00 WIB, puluhan personel TNI ini terlihat keluar bersamaan dari gedung Sat Reskrim Polrestabes Medan.
Namun, pukul 19.00 WIB, ternyata para anggota TNI tersebut belum membubarkan diri. Mereka masih berada di depan Mapolrestabes Medan. Kemudian di jam yang sama, akibat tekanan TNI, polisi terpaksa membebaskan ARH, tersangka pemalsuan surat keterangan lahan di sebuah perseroan terbatas (PT).(SW)
Tinggalkan Balasan