Dengan demikian status kelembagaan semakin kuat karena dikelola banyak pihak, sehingga ketika dibutuhkan untuk ekspor dengan waktu ekspor yang berkelanjutan maka buyer atau eksportir mau bekerja sama karena memiliki tim yang kuat.

“Ketika kita berbicara tentang ekspor gula aren ini, maka kita tidak bisa melakukan sendiri tetapi membutuhkan kluster yang melibatkan banyak petani muda yang memiliki peran masing-masing dalam kluster tersebut.” jelas Santi.

Santi menambahkan, dalam klaster tersebut dapat berperan sebagai petani gula aren, pengolah, atau juga sebagai penjual dalam berbagai bentuk olahan, karena dalam konsep ekspor dan impor membutuhkan kepercayaan sehingga harapannya dengan terbentuknya kelembagaan dan badan hukum yang jelas maka daya tawar akan semakin luas.

Santi mencontohkan saat ini banyak permintaan ekspor yang telah dipenuhi oleh para petani milenial yang didorong oleh program YESS. Ia berharap para local champion ini dapat menjadi leader dalam pengembangan klaster komoditas.