JAKARTA – Kelompok peretas (hacker) spesialis ransomware LockBit mengaku telah menyerang sistem Bank Syariah Indonesia (BSI) dan mencuri 1,5 terabyte (TB) data nasabah. Tak tanggung-tanggung, BSI pun tak bisa diakses selama 4 hari, Senin hingga Kamis lalu.
Kondisi ini menyebabkan berbagai layanan BSI terganggu. Diduga, gangguan yang dialami oleh pengguna BSI Mobile disebabkan oleh serangan siber ransomware.
Dosen S1 Informatika Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Winarno, menyarankan BSI segera mengajak nasabah mereka untuk mengganti password mobile banking BSI masing-masing. Hal ini karena menurutnya mengganti password mobile banking dapat cukup melindungi data nasabah BSI.
“Permasalahannya adalah jika seluruh data nasabah dicuri, sudah ada beberapa nasabah yang bisa melakukan transaksi dan ada yang belum, nantinya dikhawatirkan jumlah uang masing-masing nasabah bisa tertukar,” papar Winarno saat dihubungi, Sabtu (13/5/2023).
Tinggalkan Balasan