suarakarsa.com – Sebuah video yang beredar luas di media sosial mendadak menyita perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, tampak sekelompok pemuda melakukan aksi yang dinilai tidak pantas di kawasan Bundaran Patung Anoa, salah satu ikon penting Sulawesi Tenggara. Aksi itu dilakukan sambil tertawa dan bercanda, memicu gelombang reaksi keras dari masyarakat.

Banyak pihak menilai perilaku tersebut telah melampaui batas kewajaran, terlebih karena dilakukan di ruang publik yang memiliki nilai simbolik dan budaya. Dalam waktu singkat, video tersebut viral dan menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Tokoh masyarakat, Asrif Banasuru, turut angkat bicara. Ia menilai tindakan para pemuda tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap simbol daerah. Menurutnya, sikap itu mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap identitas dan nilai budaya Sulawesi Tenggara.

“Perbuatan para pemuda itu merupakan pelecehan terhadap ikon Sulawesi Tenggara,” ujarnya dengan nada tegas.

Tak berhenti pada kecaman, Asrif Banasuru yang juga menjabat sebagai Ketua Tamalaki Wonua Konawe langsung mengambil langkah hukum. Pada siang hari tadi, ia melaporkan dugaan perbuatan tidak senonoh tersebut ke Ka SPKT Polres Konawe agar segera ditindaklanjuti.

Kecaman serupa juga datang dari masyarakat luas. Warga menilai bahwa ruang publik, terutama yang memiliki nilai historis dan kultural, seharusnya dijaga dan dihormati, bukan dijadikan bahan candaan yang tidak pantas.

Hingga kini, publik masih menunggu langkah tegas dari pihak berwenang terkait penanganan kasus tersebut. Masyarakat berharap adanya tindakan nyata serta pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.