Insiden ini diduga dipicu oleh pembagian jadwal piket koas pada momen Natal dan Tahun Baru yang berdampak pada seorang peserta koas bernama Lady Aulia Pramesti. Lady melaporkan hal tersebut kepada ibunya, Sri Meilina, yang kemudian menemui Luthfi di restoran tersebut bersama FD.

Ketegangan terjadi ketika korban menjelaskan prosedur penjadwalan. Menurut polisi, pelaku FD merasa tersinggung dengan nada bicara korban, yang dianggap tidak sopan, hingga akhirnya melakukan aksi kekerasan.

FD yang tersulut emosi menyerang korban secara membabi buta, menyebabkan Luthfi mengalami luka di kepala, pipi, dan leher. Berdasarkan hasil visum dan keterangan saksi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV dari lokasi kejadian.

FD menyerahkan diri ke polisi pada Jumat (13/12) dan mengakui seluruh perbuatannya. “Pelaku tidak membantah telah melakukan pemukulan terhadap korban,” ungkap Anwar.