Jokowi kerap membanggakan proyek tol ini, terutama dalam mempercepat konektivitas wilayah yang berperan penting sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi Indonesia. Proyek jalan tol utama yang dibangun di era Jokowi mencakup:

  • Tol Trans Sumatera: Medan-Binjai (16,8 km), Pekanbaru-Dumai (131 km), Palembang-Indralaya (22 km), Terbanggi Besar-Kayu Agung (189 km), dan Bakauheni-Terbanggi Besar (140 km).
  • Tol Trans Jawa: Pejagan-Pemalang (57,5 km), Batang-Semarang (75 km), dan Solo-Ngawi (90 km).
  • Tol Trans Kalimantan: Samarinda-Balikpapan (99,35 km).
  • Tol Trans Sulawesi: Manado-Bitung (39 km).

2. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh)

Pada 2 Oktober 2023, Jokowi meresmikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang diberi nama Whoosh. Dengan kecepatan 360 km/jam, Whoosh menjadi kereta tercepat di Asia Tenggara. Jokowi menganggap kereta cepat ini sebagai simbol kemajuan transportasi publik di Indonesia, meski pembangunan proyek sempat tertunda akibat pandemi dan pembengkakan biaya.

3. Hilirisasi

Kebijakan hilirisasi menjadi salah satu warisan Presiden Joko Widodo yang paling berdampak. Melalui hilirisasi, Jokowi melarang ekspor bahan mentah seperti nikel, bauksit, dan tembaga agar Indonesia dapat mengembangkan industri bernilai tambah. Kebijakan ini sukses membuka lebih dari 200 ribu lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara hingga Rp158 triliun dalam 8 tahun.