suarakarsa.com – Dalam praktik proyek, kesalahan paling sering bukan terletak pada pemilihan jenis alat berat, melainkan pada penentuan durasi sewa. Terlalu singkat berisiko menghambat pekerjaan, sementara terlalu panjang membuat biaya proyek membengkak tanpa manfaat tambahan.
Berdasarkan pengalaman di lapangan, menentukan durasi sewa alat berat harus mempertimbangkan alur kerja proyek, kondisi lokasi, serta potensi kendala operasional yang sering kali tidak tertulis di perencanaan awal.
Memahami durasi sewa bukan sekadar hitungan hari
Banyak pihak masih menentukan durasi sewa alat berat hanya berdasarkan estimasi kasar, misalnya “pekerjaan ini seharusnya selesai tiga hari”. Padahal, di lapangan terdapat banyak faktor yang memengaruhi durasi aktual penggunaan alat, seperti:
- Kesiapan lahan
- Akses alat ke lokasi
- Cuaca
- Ketersediaan material
- Koordinasi dengan pekerjaan lain
Tanpa mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, durasi sewa yang dipilih sering kali tidak realistis.
Jenis pekerjaan sangat menentukan durasi sewa
Durasi sewa ideal sangat bergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan.
Pekerjaan tahap awal proyek
Untuk pekerjaan seperti pembukaan lahan, pembersihan area, atau penggalian awal, alat berat biasanya bekerja intensif dalam waktu relatif singkat. Pada kondisi ini, sewa harian atau mingguan sering kali sudah memadai, asalkan:
- Lokasi siap kerja
- Akses alat tidak terhambat
- Pekerjaan dilakukan tanpa jeda panjang
Pekerjaan bertahap atau berulang
Pada proyek perkebunan atau konstruksi bertahap, alat berat sering digunakan secara tidak terus-menerus. Dalam kasus seperti ini, sewa jangka lebih panjang dengan penjadwalan yang jelas justru lebih efisien dibanding sewa harian yang berulang.
Proyek dengan durasi menengah hingga panjang
Untuk proyek yang berjalan lebih dari satu bulan, sewa bulanan hampir selalu lebih ekonomis. Selain tarif yang lebih rendah, pengelolaan alat di lapangan juga menjadi lebih stabil.
Kesalahan umum dalam menentukan durasi sewa alat berat
Berdasarkan pengalaman lapangan, beberapa kesalahan berikut sering terjadi:
- Menghitung durasi hanya dari volume pekerjaan, tanpa mempertimbangkan kondisi medan
- Tidak memasukkan faktor cuaca dan potensi downtime
- Mengabaikan waktu mobilisasi dan demobilisasi alat
- Menyusun jadwal kerja tanpa sinkron dengan pekerjaan lain di lokasi
Kesalahan-kesalahan ini membuat alat sering berada di lokasi tetapi tidak produktif, sementara biaya sewa tetap berjalan.
Pendekatan praktis menentukan durasi sewa yang realistis
Agar durasi sewa alat berat lebih tepat sasaran, pendekatan berikut terbukti lebih efektif.
1. Petakan pekerjaan yang benar-benar membutuhkan alat berat
Tidak semua tahapan proyek memerlukan alat berat. Tentukan dengan jelas kapan alat dibutuhkan dan kapan tidak, sehingga durasi sewa tidak melebar tanpa alasan.
2. Sisakan waktu cadangan yang masuk akal
Di lapangan, keterlambatan satu hingga dua hari sangat umum terjadi. Menyusun durasi sewa tanpa buffer waktu sering kali justru menambah biaya akibat perpanjangan mendadak.
3. Sesuaikan durasi dengan pola kerja operator
Jam kerja operator, sistem shift, dan hari kerja efektif sangat memengaruhi produktivitas alat. Durasi sewa harus disesuaikan dengan jam kerja aktual, bukan asumsi ideal.
4. Diskusikan skema durasi dengan penyedia sewa
Penyedia yang berpengalaman biasanya dapat memberikan rekomendasi durasi berdasarkan jenis pekerjaan dan kondisi lokasi. Diskusi ini sering membantu mencegah kesalahan perhitungan sejak awal.
Perbandingan skema durasi sewa di lapangan
Secara umum, pola berikut sering ditemui:
- Sewa harian: Cocok untuk pekerjaan singkat dan terjadwal rapi
- Sewa mingguan: Efisien untuk pekerjaan intensif dengan potensi penyesuaian kecil
- Sewa bulanan: Ideal untuk proyek berkelanjutan dan kompleks
Pemilihan skema ini sebaiknya tidak hanya melihat tarif per hari, tetapi juga stabilitas pekerjaan dan potensi gangguan di lapangan.
Hubungan durasi sewa dengan efisiensi biaya proyek
Durasi sewa yang tepat berdampak langsung pada:
- Pengendalian anggaran
- Kelancaran jadwal proyek
- Minimnya biaya tambahan tak terduga
- Optimalisasi produktivitas alat berat
Dalam banyak kasus, durasi sewa yang sedikit lebih panjang namun terencana justru lebih hemat dibanding sewa singkat yang sering diperpanjang.
Penutup
Menentukan durasi sewa alat berat yang tepat bukan soal menekan waktu sependek mungkin, melainkan memastikan alat bekerja efektif selama berada di lokasi proyek. Dengan memahami karakter pekerjaan, kondisi lapangan, dan pola operasional, durasi sewa dapat ditentukan secara realistis dan menguntungkan proyek secara keseluruhan.
Pendekatan inilah yang biasa diterapkan PT Perkasa Sarana Utama (PSU) sebagai vendor sewa alat berat dalam membantu klien menyesuaikan durasi sewa alat berat agar sejalan dengan target waktu dan anggaran proyek.


1 Komentar