suarakarsa.com – Sekitar 2.000 tenaga kerja lokal terlibat dalam pembangunan Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena Segmen Mamberamo–Elelim di Provinsi Papua Pegunungan. Keterlibatan tenaga kerja tersebut mencakup berbagai bidang pekerjaan, mulai dari pekerjaan sipil, saluran dan pasangan batu kali, operator lapangan, flagman, hingga tim pengamanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP), Kun Hartawan, menyampaikan bahwa keikutsertaan tenaga kerja lokal memiliki peran strategis dalam pemerataan kesempatan kerja serta penguatan ekonomi masyarakat di sekitar proyek.

“Hadirnya tenaga kerja lokal dalam pembangunan Jalan Trans Papua tidak hanya mempercepat proses konstruksi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar proyek,” ujar Kun, Minggu (8/2/2026).

Keterlibatan tenaga kerja lokal tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan proyek strategis nasional yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP) selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP). HMTP merupakan hasil konsorsium antara Hutama Karya dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI).

Untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, manajemen Hutama Karya dan HMTP melakukan management walk-through bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan pada Selasa (3/2/2026).

Kepala BBPJN Papua–Papua Pegunungan, Denny Firmansyah, mengatakan bahwa kunjungan lapangan tersebut dilakukan guna memastikan efektivitas pelaksanaan pekerjaan, mengingat ruas jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat yang melintas dari Jayapura menuju Wamena dan sebaliknya.

“Kunjungan ke site ini merupakan agenda untuk memastikan bahwa pekerjaan proyek berjalan efektif. Maka, penting bagi kita selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di saat masa pengerjaan proyek berlangsung,” ujar Denny.

Kegiatan management walk-through difokuskan pada peninjauan operasional pasca-Natal dan Tahun Baru (Nataru), dengan memastikan kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.

Peninjauan dilakukan mulai dari STA 0+000 hingga STA 50+140 yang merupakan keseluruhan koridor proyek. Evaluasi meliputi progres fisik pekerjaan, metode kerja, kesiapan alat berat, serta identifikasi potensi risiko teknis yang memerlukan penanganan segera. Selain itu, dilakukan pemeriksaan pemenuhan Indikator Kinerja Jalan (IKJ) selama masa konstruksi, khususnya terkait aspek pelayanan jalan, keselamatan, dan keberlanjutan infrastruktur.

Direktur Operasi I Hutama Karya, Agung Fajarwanto, menegaskan pentingnya keterlibatan langsung manajemen untuk memastikan standar mutu dan keselamatan kerja tetap terjaga.

“Kami memastikan setiap tahapan konstruksi memenuhi standar keselamatan dan kualitas. Kehadiran kami di lapangan adalah wujud komitmen bahwa proyek ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Agung.

Proyek Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena Segmen Mamberamo–Elelim dibangun sepanjang 50,14 kilometer dan menjadi akses vital yang menghubungkan tiga provinsi dan delapan kabupaten di wilayah Papua. Keberadaan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, memperkuat perekonomian daerah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

HMTP berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai target dengan menerapkan standar QHSSE (Quality, Health, Safety, Security, and Environment) dan menargetkan zero accident selama masa konstruksi.

Untuk mempercepat penyelesaian proyek, sejumlah langkah strategis telah dilakukan, antara lain penambahan alat berat, penerapan sistem kerja dua shift, penguatan tim borepile atau pondasi dalam, serta koordinasi intensif dengan Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK), yakni Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.

Dengan berbagai upaya tersebut, proyek KPBU Jalan Trans Papua diharapkan dapat diselesaikan sesuai rencana serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas dan pembangunan wilayah Papua.