suarakarsa.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menggelar kuliah umum bertema “Metode Tanam Padi PM-AAS” sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-8. Kegiatan yang berlangsung di Aula Syekh Yusuf ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai teknologi budidaya padi modern.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Menurutnya, generasi muda harus mampu menguasai inovasi dan teknologi pertanian agar dapat meningkatkan produktivitas serta menjawab tantangan sektor pertanian di masa depan.
“Kita membutuhkan SDM pertanian yang unggul, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menjadi penggerak modernisasi pertanian untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap terjun mendampingi petani serta mengakselerasi program-program prioritas Kementerian Pertanian.
“Mahasiswa Polbangtan harus menjadi agen perubahan yang mampu mengadopsi, mengembangkan, dan menyebarluaskan inovasi pertanian kepada masyarakat sehingga transformasi menuju pertanian modern dapat berjalan lebih cepat,” kata Arsanti.
Wakil Direktur III Polbangtan Gowa, Kisman Awaluddin Arsyad, mengatakan kuliah umum ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang budidaya padi modern. Menurutnya, metode PM-AAS mengedepankan penerapan benih unggul, teknik budidaya yang tepat, pemanfaatan teknologi, serta efisiensi usaha tani guna meningkatkan produktivitas.
“Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari para narasumber sehingga memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian,” ujarnya Kamis, (2/7/2026).
Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Padi, Amin Nur, memaparkan konsep dan tahapan penerapan metode tanam padi PM-AAS, mulai dari persiapan lahan, teknik budidaya, hingga strategi penerapan di lapangan untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi produksi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menjelaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam mendukung adopsi inovasi pertanian. Ia menekankan bahwa generasi muda harus mampu menguasai teknologi dan berkolaborasi agar mampu menjawab tantangan sektor pertanian yang semakin dinamis.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa mengenai penerapan metode PM-AAS, kendala di tingkat petani, hingga peluang pengembangan teknologi budidaya padi untuk mendukung peningkatan produksi pangan.
Sebagai bentuk apresiasi, Polbangtan Gowa menyerahkan plakat dan sertifikat kepada para narasumber sebelum kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama.
Melalui kuliah umum ini, Polbangtan Gowa menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung modernisasi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kualitas generasi muda pertanian.


Tinggalkan Balasan