suarakarsa.com, Gowa – Semangat membangun budaya akademik yang unggul terus diperkuat Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-8 yang digelar di Aula Syech Yusuf Polbangtan Gowa, Jumat (26/6/2026), institusi ini memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi serta kontribusi mereka dalam pengembangan pendidikan vokasi pertanian.
Salah satu penghargaan diberikan kepada Wulansari Apriyani sebagai Dosen Terproduktif dalam Penulisan Buku. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita.
Bagi Wulansari, menulis bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik, melainkan bagian dari panggilan hidup untuk menyebarkan ilmu kepada masyarakat.
“Sertifikat penghargaan ini bukan tujuan akhir. Bagi saya, menulis buku adalah obat jiwa. Menulis juga menjadi cara mengubah energi negatif menjadi energi positif. Melalui buku, ilmu yang ditulis dapat terus memberikan manfaat bagi pembaca yang lebih luas,” ujar Wulansari.
Plt. Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan dosen menghasilkan karya berupa buku merupakan bukti nyata komitmen sivitas akademika dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, memperkaya referensi pembelajaran, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia.
“Menulis buku bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan warisan intelektual yang akan terus memberi manfaat bagi mahasiswa, praktisi, penyuluh, petani, maupun masyarakat luas. Kami berharap karya-karya yang telah diterbitkan mampu menjadi inspirasi sekaligus memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan vokasi pertanian,” ujarnya.
Sartika juga berharap prestasi tersebut dapat memotivasi seluruh dosen Polbangtan Gowa untuk terus berkarya melalui penulisan buku, publikasi ilmiah, pengembangan teknologi tepat guna, maupun berbagai inovasi lainnya.
“Dengan semakin banyak karya yang dihasilkan, saya yakin Polbangtan Gowa akan semakin memperkuat posisinya sebagai Centre of Excellence of Agriculture serta menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan vokasi pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Budaya berkarya harus menjadi identitas Polbangtan Gowa dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian masa depan,” tambahnya.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa dosen dan praktisi berprestasi memiliki peran strategis dalam memperkuat inovasi riset, hilirisasi teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia pertanian menuju swasembada pangan nasional.
“Dosen dan praktisi yang berprestasi adalah mereka yang memiliki kompetensi global, fokus pada peningkatan Indeks Pertanaman, berorientasi pada hasil, serta mampu mencetak generasi muda dan petani milenial yang andal,” tegas Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa dosen di lingkungan Polbangtan harus menjadi motor penggerak lahirnya SDM pertanian yang unggul, profesional, dan berjiwa agripreneur.
“Dosen tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga harus mampu mentransfer inovasi teknologi pertanian modern, termasuk smart farming, agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pembangunan pertanian masa depan,” ujar Santi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan vokasi harus terus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, dan teknologi pertanian yang mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap berwirausaha, dan siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian Indonesia.


Tinggalkan Balasan