JAKARTA – Usai terjadi bentrok buruh WNA VS WNI yang memakan dua korban tewas situasi mulai kondusif. Diketahui di PT GNI ada 1.300 TKA dan 11.000 TKI dan menimbulkan kekhawatiran rawan bentrok akibat kecemburuan nilai gaji yang jauh berbeda.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri menepis soal isu yang menyebutkan bentrokan di PT GNI, Morowali Utara, dimulai dengan peristiwa pemukulan oleh tenaga kerja asing (TKA) terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI). Menurut Listyo Sigit, peristiwa itu berawal dari ajakan mogok diikuti dengan provokasi.

“Peristiwa yang terjadi awalnya adalah ada ajakan mogok dari karyawan yang kemudian di situ menimbulkan pro dan kontra. Dan kemudian ada upaya pemaksaan sehingga disitulah ditolak dan kemudian diviralkan dan diprovokasi oleh terjadi pemukulan TKA terhadap TKI,” kata Sigit dalam konferensi pers, Senin (16/1/2022).