“Prakerjanya itu nonton YouTube dibayar dan yang bikin YouTube dibayar nah padahal itu urgensinya apa? Transisi antara dua dunia. Pendidikan lulusan-lulusan SMK, SMA, S1 yang magang ke dunia kerja. Di situ uang negara dikeluarkan agar industri yang menjadi sasaran pemagangan ini tidak bangkrut tapi ter-support oleh program negara,” tambahnya.
Cak Imin menyayangkan program kartu prakerja yang hari ini disebutnya hanya menghasilkan orang yang menonton media sosial.
“Sehingga dibutuhkan skill kompetensi sehingga orang bisa terserap dengan baik di industri dan lapangan kerja lainnya. Tapi sayangnya hanya menghasilkan orang nonton YouTube hari ini,” katanya.
Wakil Ketua DPR RI ini pun menilai evaluasi untuk program kartu prakerja ini membutuhkan kerja sama dari dunia industri hingga pemerintah.
“Evaluasinya banyak. Kita harus bekerja sama dengan dunia industri. Untuk pemerintah anggarannya itu membantu pemagangan,” tutupnya.(SW)
Tinggalkan Balasan