Direncanakan prosesi wisuda akan dilaksanakan langsung oleh Menteri Pertanian bersama dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Senat Mahasiswa Polbangtan dan PEPI, serta Direktur Polbangtan dan PEPI.

Jumlah peserta wisuda nasional tahun 2022 ini adalah 1.461 (seribu empat ratus enam puluh satu), 1.047 (seribu empat puluh tujuh) di antaranya hadir secara offline, dan sisanya hadir secara online dengan rincian sebagai berikut:

  1. Polbangtan Medan, total 197 peserta, diwakili secara offline oleh 182 peserta dari 3 prodi (Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Perkebunan Presisi, Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan).
  2. Polbangtan Bogor, total 219 peserta, diwakili secara offline oleh 217 peserta dari 5 prodi (Penyuluhan Pertanian dan Pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Mekanisasi Pertanian, dan Kesehatan Hewan).
  3. Polbangtan Yogyakarta Magelang (YoMa), total 316 peserta, diwakili secara offline oleh 312 peserta, dari 6 prodi (Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Prodi Agribisnis Hortikultura, Prodi Teknologi Benih, Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Prodi Teknologi Produksi Ternak, Prodi Teknologi Pakan Ternak).
  4. Polbangtan Malang, total 244 peserta, diwakili secara offline oleh 229 peserta, dari 3 prodi (Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Program Studi Teknologi Agribisnis Peternakan)
  5. Polbangtan Gowa, total 308 peserta, diwakili secara offline oleh 12 peserta dari 4 prodi (Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Prodi Budidaya Tanaman Hortikultura, Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Prodi Budidaya Ternak).
  6. Polbangtan Manokwari, total 107 peserta, diwakili secara offline oleh 25 peserta dari 3 Prodi (Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan dan Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan); PEPI, total 70 peserta, seluruhnya hadir secara offline dari 3 prodi (Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian, Program Studi Tata Air Pertanian Program, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian).

Dedi menegaskan bahwa, yang harus  segera kita lakukan adalah bagaimana produktivitas dari pertanian bisa diangkat dengan baik. Jadi kita harus rubah mindset, harus ada kata maju, mandiri dan modern dalam upaya kita. Karena yang modern itu tentu dengan teknologi, dimana kemajuan pertanian tidak mungkin hadir tanpa teknologi.