Organisasi sayap Gerindra, seperti Satuan Relawan Indonesia Raya (Satri) hingga Tunas Indonesia Raya (Tidar) turut mendorong Gibran jadi cawapres Prabowo.

Sementara itu, elite Gerindra membuka pintu terhadap usulan-usulan tersebut. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut Gibran sebagai “opsi yang paling penting” dalam bursa cawapres Prabowo.

Prabowo juga terbuka dengan usulan Gibran sebagai cawapres. Ia berkata kursi cawapres akan dibahas bersama rekan koalisi, tetapi aspirasi rakyat menjadi patokan utama.

“Ya gimana kalau kehendak rakyat begitu, ya ini kita tidak bicara kehendak elite, tetapi ini karena ada dukungan dari rakyat,” kata Prabowo usai menemui perwakilan dari Aktivis 98 di depan kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (11/10).

Pada saat yang sama, antusiasme partai-partai Koalisi Indonesia Maju terhadap Gibran tak begitu tinggi. Partai Golkar masih mendorong nama Airlangga Hartarto. Mereka juga masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal penurunan syarat usia cawapres menjadi 35 tahun.