Teks
PP Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 2024 atau 1 Syawal 1445 H pada Rabu, 10 April 2024 - Kemenag RI akan melaksanakan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1445 H atau Idul Fitri 2024 pada 29 Ramadhan - Suarakarsa.com: Mengucapkan selamat menjelang Idul Fitri 2024

Gerindra “Ngebet” Gibran Demi Dapat Dukungan Full Jokowi dan Relawan

JAKARTA – Sejumlah pengurus cabang hingga organisasi sayap Partai Gerindra mendorong Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Para pengamat politik menilai manuver itu sebagai upaya Gerindra memastikan dukungan ayah Gibran, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Usul nama Gibran sebagai cawapres Prabowo bermula dari kalangan relawan. Projo Jawa Timur sepakat mengusulkan Prabowo sebagai calon presiden dan Gibran sebagai calon wakil presiden.

Usulan itu merembet ke sejumlah pengurus daerah Gerindra. Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) DPC Partai Gerindra Tangerang Selatan, Minggu (8/10), mengusulkan Gibran sebagai cawapres Prabowo.

DPC Partai Gerindra Jakarta Timur juga menyampaikan usulan serupa pada Rabu (11/10). Keputusan yang sama juga diambil pengurus Gerindra di Cianjur dan Malang.

Organisasi sayap Gerindra, seperti Satuan Relawan Indonesia Raya (Satri) hingga Tunas Indonesia Raya (Tidar) turut mendorong Gibran jadi cawapres Prabowo.

Baca Juga  Koalisi Nasdem, PKS dan PD Sepi Lagi, Tak Jelas Kapan Deklarasi Anies

Sementara itu, elite Gerindra membuka pintu terhadap usulan-usulan tersebut. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut Gibran sebagai “opsi yang paling penting” dalam bursa cawapres Prabowo.

Prabowo juga terbuka dengan usulan Gibran sebagai cawapres. Ia berkata kursi cawapres akan dibahas bersama rekan koalisi, tetapi aspirasi rakyat menjadi patokan utama.

“Ya gimana kalau kehendak rakyat begitu, ya ini kita tidak bicara kehendak elite, tetapi ini karena ada dukungan dari rakyat,” kata Prabowo usai menemui perwakilan dari Aktivis 98 di depan kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (11/10).

Pada saat yang sama, antusiasme partai-partai Koalisi Indonesia Maju terhadap Gibran tak begitu tinggi. Partai Golkar masih mendorong nama Airlangga Hartarto. Mereka juga masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal penurunan syarat usia cawapres menjadi 35 tahun.

Baca Juga  Diduga Tak Mampu Layani Kebutuhan, Warga Keluhkan Kelangkaan BBM di SPBU Kolaka

PAN justru lebih tegas menolak usulan Gibran sebagai cawapres Prabowo. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyebut partainya masih mendukung Erick Thohir untuk mendampingi Prabowo.

“Loh Gibran kan keren, wali kota sukses, apa-apa sukses, tetapi saya usulkan Pak Erick (sebagai cawapres Prabowo) kan,” ujar Zulhas setelah bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/10).

Analis politik sekaligus CEO Voxpol Center Research Pangi Syarwi Chaniago melihat ada tujuan khusus di balik langkah Gerindra memasangkan Prabowo dengan Gibran.

Menurut Pangi, Gerindra berusaha memastikan dukungan Jokowi dengan menggandeng Gibran. Ia percaya Jokowi akan total mendukung Prabowo bila anaknya menjadi cawapres.

“Anaknya sudah jadi cawapres, bagaimana Jokowi mendua? Karena kan siapa yang enggak sayang sama anaknya. Jangankan cawapres, gubernur atau wali kota saja Jokowi sudah turun gunung. Apalagi posisi cawapres?” kata Pangi, Kamis (12/10).

Baca Juga  Tak Selalu Mulus! Ini 4 Deretan Bisnis Griban yang Gulung Tikar Alias Bangkrut

Pangi berpendapat Gerindra kurang percaya diri jika Gibran tak jadi cawapres Prabowo. Hal itu karena Jokowi yang masih tampak bermain dua kaki.

Ia menyebut Jokowi masih terlihat berpijak satu kaki di Prabowo dan satu kaki lagi di Ganjar Pranowo. Gerindra, kata Pangi, ingin memastikan pijakan dua kaki Jokowi di Prabowo dengan merangkul Gibran.(SW)