Harwan mengungkapkan, mobilitas masyarakat diprediksi meningkat hingga 40 persen, disertai cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi perjalanan. Beberapa risiko yang perlu diantisipasi meliputi:
- Kemacetan di wilayah rawan
- Kecelakaan akibat kondisi jalan menurun atau menanjak panjang
- Gangguan visibilitas akibat pembakaran lahan di sekitar jalan tol
“Penting bagi masyarakat untuk bijak dalam memilih moda transportasi dan selalu mengikuti informasi terbaru,” tambah Harwan.
Untuk mendukung pengamanan Nataru 2024/2025, Jasa Raharja telah menyiapkan langkah strategis, di antaranya:
- Penempatan 2.000 personel siaga di seluruh Indonesia.
- Monitoring data kecelakaan lalu lintas online.
- Penyediaan mobil unit keselamatan di 102 kantor cabang dan perwakilan.
- Pengoperasian 20 pos pelayanan terpadu dan pemasangan 635 rambu keselamatan.
- Kehadiran posko digital IRSMS untuk data kecelakaan di rumah sakit.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan menjelaskan bahwa TFG bertujuan menyamakan persepsi antarjajaran Polda untuk memastikan pengamanan berjalan tanpa hambatan. Enam Polda utama yang menjadi fokus pengelolaan arus lalu lintas adalah Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DIY, Polda Jawa Timur, dan Polda Bali.
4 Komentar