KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menolak keras pelaksanaan mimbar demokrasi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sulawesi Tenggara (AMARA Sultra) dengan membahas politik dinasti dan pelanggaran HAM.
Pasalnya, kegiatan tersebut yang dilaksanakan di kampus Unsultra pada Selasa (5/12) kemarin diduga bukan murni aspirasi mahasiswa tetapi kegiatan itu dinilai di tunggangi oleh kepentingan salah satu partai politik (Parpol) peserta Pemilu tahun 2024.
Hal tersebut diungkapkan langsung Ketua BEM FH Unsultra, Leciz Labanisi kepada media ini, Rabu, 6/12/2023.
Menurut Leciz, selaku ketua organisasi kemahasiswaan pihaknya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang sesuai dengan konstitusi. Termasuk kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, yang dilakukan baik itu kalangan mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya.
Tinggalkan Balasan