Namun, kata Leciz, dalam hal kegiatan yang di laksanakan hari ini di Universitas Sulawesi Tenggara, yang bertajuk mimbar demokrasi dengan tema Lawan Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM sangat bermuatan politis.

“Saya juga sangat menolak yang namanya politik dinasti maupun pelanggaran HAM siapapun itu. Dan bilamana kegiatan, entah itu mau ditunggangi oleh pihak tertentu tidak ada masalah, tetapi jangan dilaksanakan di dalam lingkup kampus. Karena sudah dari jauh-jauh hari saya menolak kegiatan yang di maksud,” ungkap Leciz.

Kemudian melihat konstalasi politik yang saat ini terjadi, sambung Leciz, pelaksanaan mimbar demokrasi kemarin sangat erat kaitannya dengan kepentingan pemilu 2024 dalam hal ini pemilihan presiden dan wakil presiden.

“Hal tersebut besar dugaan kami berdasarkan bukti-bukti yang kami dapatkan, kegiatan tersebut kami duga kuat ditunggangi oleh kepentingan politik oknum-oknum tertentu,” bebernya.(**)