suarakarsa.com – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Konawe, Novriyanto, melayangkan kecaman keras terhadap tindakan represif aparat kepolisian dalam penanganan aksi unjuk rasa di Jakarta, pada Kamis malam (28/8). Ia menilai tindakan oknum yang mengendarai kendaraan taktis Barakuda dan menabrak massa demonstran hingga menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) merupakan bentuk pelanggaran terhadap amanat konstitusi.

Dalam keterangannya, Novriyanto menyebut insiden tersebut sebagai tindakan berlebihan yang tidak mencerminkan tugas dan fungsi Polri sebagai pengayom serta pelindung masyarakat.

“Pertama-tama saya menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas wafatnya saudara Affan, korban yang tertabrak dan terlindas mobil Barakuda milik kepolisian. Tindakan ini jelas mencederai amanat Undang-Undang dan telah keluar dari koridor kewenangan kepolisian,” ujar Novriyanto.

Ia menegaskan bahwa meskipun diyakini bukan merupakan kebijakan resmi Polri, tindakan oknum tersebut tetap harus dipertanggungjawabkan secara hukum. HMI Konawe meminta agar kasus ini diusut tuntas, termasuk menyeret pelaku ke meja hukum.

Tak hanya itu, Novriyanto juga mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mencopot Kapolda Metro Jaya. Ia menilai pimpinan Polda Metro gagal mengendalikan personel di lapangan dan tidak mampu menjaga situasi tetap kondusif selama aksi unjuk rasa berlangsung.

“Kami menuntut agar Kapolri segera mencopot Kapolda Metro Jaya. Ini penting untuk menunjukkan komitmen institusi Polri dalam menegakkan keadilan serta memulihkan kepercayaan publik,” tegasnya.

Dalam pernyataan lanjutannya, Novriyanto juga menyoroti dugaan keterlibatan elite politik dalam memprovokasi situasi nasional. Ia mengklaim telah mencium gelagat adanya upaya sistematis untuk menciptakan kekacauan politik yang berujung pada benturan antara masyarakat sipil dan aparat keamanan.

“Kami tidak menutup mata atas kemungkinan adanya skenario elit yang sengaja menciptakan ketegangan politik di tengah masyarakat. Tapi bagaimanapun, aparat harus tetap bertindak profesional dan tidak terprovokasi,” imbuhnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan protes atas insiden tersebut, HMI Cabang Konawe menyatakan akan menggelar aksi solidaritas. Aksi ini bertujuan untuk menekan institusi kepolisian agar mengusut tuntas kasus kematian pengemudi ojol dan mendesak pencopotan pejabat yang dinilai gagal menjalankan tugasnya.

“Saya sudah menginstruksikan seluruh kader HMI di Konawe untuk turun ke jalan dalam aksi solidaritas sebagai wujud keprihatinan dan desakan kepada Kapolri agar bertindak tegas. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan yang menewaskan rakyat sipil,” tutup Novriyanto.