“Apapun besok tantangan, mau ada El Nino, mau ada climate change, mau ada krisis pangan, Indonesia akan tetap siap untuk mempersiapkan pertanian yang lebih baik, tantangan tidak boleh menghentikan langkah kita,” ujar Mentan Syahrul.

Mentan Syahrul juga meminta kepada seluruh jajarannya untuk segera melakukan langkah strategis dan antisipasi dalam menghadapi El Nino 2023.

Pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 24 Jumat (14/07/2023), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa BMKG menyampaikan El Nino terjadi karena meningkatnya suhu di Samudra Pasifik, sehingga menyebabkan tekanan udara turun sehingga konsentrasi uap air di Samudra Pasifik rendah.

“Yang harus dipikirkan bagaimana kita mengatasi El Nino walaupun di berbagai tempat masih ada curah hujan, prediksi BMKG mulai Juni hingga Juli El Nino lemah, sedangkan Agustus hingga September El Nino akan menguat dilevel sedang”, ujar Kabadan Dedi.