“Fenomena ini akan semakin menguat, hingga puncaknya terjadi pada Agustus-September. Oleh karenanya, seluruh stakeholder pertanian harus mengerti dan paham apa itu El Nino”, terang Kabadan lagi.

Langkah-langkah terhadap antisipasi dan mitigasi dampak perubahan iklim atau El Nino yang dilakukan Program SIMURP diantaranya melalui pemupukan berimbang dan memasifkan penggunaan pupuk organik.

Tujuan utama dari Program SIMURP adalah menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), apabila GRK dapat ditekan maka akan mengurangi frekuensi fenomena El Nino, jelas Dedi.

Menindaklanjutinya, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai penerima manfaat SIMURP beberapa waktu yang lalu telah melaksanakan Bimtek Program CSA mendukung Program Genta Organik dan menghadapi El Nino di 29 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).