Ia juga menemukan bahwa kondisi kantor penghubung tersebut tidak layak untuk dipakai. Mulai dari kamar-kamarnya yang tidak dapat dipakai hingga kondisinya yang kumuh dan atapnya banyak yang bocor.
“Saya datang di kantor tersebut penuh sampah yang berseleweran, mulai dari popok hingga permainan anak bayi berhamburan bahkan menimbulkan bau tak sedap” tambah mantan Kabag Umum Konawe ini.
“Listrik saja nda bisa dibayar dan menurut pengakuan penjaga sekaligus orang yang tinggal di Kantor Penghubung Pemkab Konawe –Jakarta tersebut biaya token atau Pulsa Listrik, ia beli sendiri” jelasnya
Selain itu, Kepala Badan Kesbangpol juga mengatakan, sekarang ini kantor Penghubung Pemkab Konawe di Jakarta dijadikan sebagai lahan parkir kendaraan milik warga sekitar bahkan tempat tersebut juga dijadikan seperti bengkel mobil.
Tinggalkan Balasan