Wapres juga menekankan pentingnya keberlanjutan program penanggulangan stunting agar anak-anak Indonesia dapat terbebas dari stunting. Dalam kesempatan ini, Wapres juga menyerahkan penghargaan berupa Dana Insentif Fiskal kepada 130 pemerintah daerah yang berprestasi dalam penurunan stunting, serta 15 desa berkinerja baik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, drg. Mawar Taligana, M.Kes., yang hadir mewakili Pj Bupati, menyampaikan bahwa progres penurunan angka stunting di Kabupaten Konawe telah berjalan dengan baik. “Dari hasil survei, angka stunting di Kabupaten Konawe telah turun dari 28% menjadi 27%. Sementara itu, menurut data E-PPGBM, kami telah mencapai 4,27% pada bulan Juli 2024, mendekati target 4% untuk tahun ini,” jelasnya.
Drg. Mawar juga menjelaskan bahwa E-PPGBM adalah sistem elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat yang diinput setiap bulan oleh pengelola gizi di tiap puskesmas. Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk memahami perbedaan antara data survei dan data E-PPGBM, di mana secara nasional data E-PPGBM menunjukkan angka 18%.
2 Komentar