“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” tambah Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pertanian membutuhkan dukungan dari kalangan milenial untuk menciptakan lapangan kerja.
“Saat ini angka petani milenial masih tergolong kecil, perlunya Polbangtan yang dapat menciptakan petani milenial di seluruh Indonesia,” ungkap Santi.

“Hadirnya petani milenial yang tangguh akan menjawab tantangan regenerasi petani modern yang ada di Indonesia. Kuliah di Polbangtan/PEPI tentu diharapkan mampu melahirkan petani milenial,” ujarnya.

Polbangtan Gowa memang merupakan Lembaga Pendidikan dibawah Pusat Pendidikan Pertanian Kementan yang telah beberapa melakukan transformasi baik secara nomenklatur nama maupun visi serta output lulusannya.
Jika dulu misalnya menekankan untuk melahirkan lulusan penyuluh supervisor Pertanian yang handal, saat ini ditambah dengan wirausaha Pertanian. Sehingga dengan perubahan visi tersebut maka instrumen pendukung baik kurikulum maupun teknologi, sarana serta metode pembelajarannya mengarahkan untuk menciptakan agropreneur muda Pertanian.