Terkait hal tersebut, Tokoh Pers Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, ketika dihubungi media melalui pesan WhatsAppnya, menanggapi santai perkataan Bupati Mukomuko itu.
Bahkan wartawan senior ini mengatakan bahwa ada baiknya wartawan menjadikan kritikan bupati itu sebagai masukan.
“Menurut saya, ada baiknya jadikan kritik bupati itu sebagai masukan, kita juga perlu pandangan orang atau pihak lain, jangan hanya mau kritik orang/pihak atau pejabat saja. Tetap saja bekerja seperti biasa yaa,” pesan Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.
Namun begitu, Wilson Lalengke yang juga Ketua Umum PPWI itu mengatakan bahwa para pejabat, termasuk hampir semua bupati, justru jauh lebih parah dari pekerja media online.
“Walaupun memang harus disebutkan juga bahwa para pejabat, termasuk para bupati lebih parah lagi, mereka cepat tangan tanpa otak, tanpa hati. Para pejabat dan bupati itu secepat kilat menyambar atau mengambil dan mengembat uang rakyat tanpa berpikir sedikitpun tentang kesulitan rakyat. Uang rakyat yang seharusnya dikelolanya menggunakan otaknya si bupati, tapi karena tidak punya otak, uang itu malah habis untuk kepentingan diri sendiri, keluarganya, dan kelompoknya saja,” kritik wartawan senior yang dikenal getol membela rakyat terzolomi di berbagai daerah di Indonesia ini.
Tinggalkan Balasan