Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Singgung Media Online Cepat Tangan Daripada Otak, Wilson Lalengke: Jadikan Kritik Bupati Sebagai Masukan

MUKOMUKO – Pernyataan yang dilontarkan Bupati Mukomuko dalam sambutannya di acara Pembentukan Rumah Kebangsaan Polres Mukomuko, Sumatera Selatan, Kamis (7/9), menuai tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian malah menyatakan protes keras atas perkataan Bupati itu, terutama dari kalangan media online di daerah ini.

Pasalnya, dalam sambutannya Bupati sempat mengeluarkan kalimat kurang enak didengar yang menyentil media online. Sang Bupati mengatakan “Tangan kita lebih cepat daripada otak (saat) menulis di media online, sehingga merusak citra image negara kita, merusak sosial dan kesatuan-kesatuan kita” sewaktu memberikan sambutan di acara resmi Polres Mukomuko.

(Berita terkait di sini: https://mediasinardunia.com/bupati-mukomuko-singgung-media-online-dengan-bahasa-cepat-tangan-dari-otak-ini-reaksi-awak-media).

Terkait hal tersebut, Tokoh Pers Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, ketika dihubungi media melalui pesan WhatsAppnya, menanggapi santai perkataan Bupati Mukomuko itu.

Baca Juga  Terkesan Tidak Profesional, Ketum PPWI Desak Kapolri Copot Kapolres Kendari Eka Faturrahman

Bahkan wartawan senior ini mengatakan bahwa ada baiknya wartawan menjadikan kritikan bupati itu sebagai masukan.

“Menurut saya, ada baiknya jadikan kritik bupati itu sebagai masukan, kita juga perlu pandangan orang atau pihak lain, jangan hanya mau kritik orang/pihak atau pejabat saja. Tetap saja bekerja seperti biasa yaa,” pesan Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Namun begitu, Wilson Lalengke yang juga Ketua Umum PPWI itu mengatakan bahwa para pejabat, termasuk hampir semua bupati, justru jauh lebih parah dari pekerja media online.

“Walaupun memang harus disebutkan juga bahwa para pejabat, termasuk para bupati lebih parah lagi, mereka cepat tangan tanpa otak, tanpa hati. Para pejabat dan bupati itu secepat kilat menyambar atau mengambil dan mengembat uang rakyat tanpa berpikir sedikitpun tentang kesulitan rakyat. Uang rakyat yang seharusnya dikelolanya menggunakan otaknya si bupati, tapi karena tidak punya otak, uang itu malah habis untuk kepentingan diri sendiri, keluarganya, dan kelompoknya saja,” kritik wartawan senior yang dikenal getol membela rakyat terzolomi di berbagai daerah di Indonesia ini.

Baca Juga  Kinerja Kedubes RI di Tokyo Buruk, Wilson Lalengke Minta Dubesnya Diganti

Indonesia, lanjut Wilson Lalengke, masih untung ada wartawan online yang cepat tanggap, peduli, dan berani untuk selalu meneropong kelakuan mereka yang cepat tangan tanpa otak tersebut.

“Jika tidak ada wartawan online, habislah uang rakyat tanpa bekas, digunakan foya-foya oleh si bupati dan para pejabat bajingan yang tolol itu,” pungkas Presiden Persisma (Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko) ini tegas.(Red)