Sigit menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 1.300 TKA dan 11 ribu TKI. Disebutkan, TKI akan bertambah menjadi 30 ribu di waktu mendatang.

“Jadi tentunya tugas TKA di situ selain tentunya menangani hal yang bersifat sangat teknis, juga melakukan transfer knowledge kepada TKI yang ada. karena di situ juga kita lihat didirikan Politeknik untuk melaksanakan atau memberikan transfer knowledge pada TKI-TKI Indonesia,” katanya.

Sigit menegaskan kembali bahwa isu soal pemukulan oleh TKA tidak terjadi.

“Jadi terkait isu-isu yang ada ini saya luruskan bahwa peristiwa yang sebenarnya tidak seperti itu,” katanya.

Diketahui, bentrokan terjadi antara buruh WNA dan WNI di PT GNI, Sabtu (15/1/2023). Akibatnya, dua pekerja, yaitu 1 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 1 tenaga kerja asing (TKA), tewas. Sementara sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.(SW)