Penasihat keuangan ini diperlukan untuk membantu dan memperbaiki struktur modal dan likuiditas jangka pendeknya.
Alasan Tupperware terancam gulung tikar ini bukan hanya karena masalah keuangan saja. Namun juga persaingan ketat di pasar wadah penyimpanan plastik yang membuat penjualan Tupperware terus merosot selama bertahun-tahun.
Kompetitor lain saat ini menawarkan produk serupa dengan harga jauh lebih murah dan kondisi ini membuat Tupperware kalah bersaing.
Tidak hanya itu, rebranding Tupperware untuk menarik generasi muda yang dilakukan ini juga dinilai belum berhasil, menjadi satu dari beberapa penyebab kesulitan yang dihadapi perusahaan.
Dalam upaya memperbaiki situasi finansialnya, Tupperware kini tengah merencanakan opsi perampingan dan menelaah bisnis real estate perusahaan.
Namun, apakah ini akan cukup untuk membantu Tupperware bangkit dan meraih kejayaannya kembali?
Tinggalkan Balasan