Bana mengatakan serangan ransomware berbeda dengan serangan phising ataupun scamming. Ransomware dilakukan dengan awalnya menyerang untuk mendapatkan akun sebagai administrator pada sistem target.
Sementara itu, phising menargetkan user dengan cara membuat link e-banking mirip dengan aslinya untuk mendapatkan informasi penting seperti username dan password dari user sendiri untuk masuk ke akun bank.
Selanjutnya ada scamming, yang juga mirip dengan phising tetapi lewat mengirim SMS berhadiah dengan instruksi mengharuskan transfer lewat ATM agar terjadi pencurian dana di dalam rekening.
Bana mengatakan, sistem backup yang baik dari perbankan bisa mencegah kerusakan berat dari suatu serangan ransomware, karena dengan sistem tersebut bank bisa langsung menghentikan sistem dan melakukan sistem restore dengan durasi kurang dari 24 jam.(SW)
Tinggalkan Balasan