suarakarsa.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara berlangsung meriah melalui gelaran Pawai Budaya Harmoni yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama yang menyedot perhatian masyarakat dengan ragam penampilan budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi daerah.

Suasana penuh semangat dan kebersamaan sudah terasa sejak awal acara. Sekretaris Daerah secara resmi melepas jalannya pawai budaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT provinsi. Ungkapan pembuka yang sarat makna disambut antusias oleh masyarakat yang telah memadati lokasi kegiatan.

Pawai budaya tersebut diikuti ribuan peserta yang menyusuri kawasan Lapangan Eks-MTQ di Kendari. Sepanjang rute, peserta menampilkan beragam tradisi serta potensi unggulan dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga sarana memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat luas.

Barisan pembuka diawali oleh pasukan Paskibraka yang tampil rapi dan disiplin, disusul penampilan energik Marching Band SMAN 4 Kendari. Selanjutnya, turut ambil bagian unsur POLRI, organisasi masyarakat Tamalaki, BKMT Sultra, hingga delegasi dari Universitas Muhammadiyah. Rangkaian ini menjadi awal dari defile panjang yang mencerminkan keberagaman etnis dan budaya yang hidup harmonis di Bumi Anoa.

Sorak sorai masyarakat yang memadati lokasi semakin menambah semarak suasana. Setiap penampilan disambut antusias, menciptakan atmosfer perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai kebersamaan dan kebanggaan terhadap warisan budaya daerah.

Bupati Konawe, Yusran Akbar, turut ambil bagian dalam pawai bersama rombongan. Kehadiran mereka semakin menyemarakkan kegiatan, terutama dengan balutan busana adat khas Konawe yang menampilkan identitas budaya lokal. Penampilan tersebut terlihat atraktif dengan berbagai ornamen dan unsur tradisional yang memikat perhatian masyarakat.

Sepanjang rute pawai di Kota Kendari, antusiasme warga begitu terasa. Masyarakat memadati sisi jalan untuk menyaksikan berbagai pertunjukan, mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga kreasi seni dari masing-masing peserta. Suasana penuh warna dan semangat kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan.

Pawai Budaya Harmoni Sultra menjadi simbol keberagaman yang hidup berdampingan secara harmonis di Bumi Anoa. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga berperan penting dalam pelestarian budaya serta memperkenalkan kekayaan tradisi kepada generasi mendatang. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya lokal diharapkan tetap terjaga dan terus diwariskan, sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.