suarakarsa.com – Lantai beton pada industri higienis memiliki kebutuhan yang berbeda jika dibandingkan dengan lainnya. Lantai tersebut harus tahan hair dan kondisi ekstrem. Salah satu alasannya adalah untuk menjaga daya tahan agar tetap awet dalam jangka lama.
Selain itu, masih ada alasan-alasan lain yang perlu diperhatikan. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya.
Alasan Lantai Beton Kedap Air Penting
Ada banyak contoh industri higienis yang bisa ditemukan di kehidupan. Misalnya adalah farmasi, makanan, dan laboratorium. Sesuai namanya, standar higienitas industri tersebut sangat tinggi dan perlu dijaga.
Untuk memenuhi standar tersebut, lantai pada industri ini harus kedap air. Ada berbagai alasan mengapa lantai kedap air itu penting, seperti:
-
Mencegah Cairan Meresap ke Beton
Berbagai cairan bisa tumpah atau memang sengaja dituangkan ke atas permukaan beton. Misalnya adalah bahan baku dan cairan pembersih. Strukturnya yang berpori membuat cairan ini lebih mudah masuk dan meresap.
Jika dibiarkan, maka ia akan membusuk, menimbulkan bau tidak sedap, dan menjadi sarang penyakit. Maka dari itu, lantai perlu dalam kondisi kedap untuk mencegahnya.
-
Mempermudah Proses Pembersihan dan Sanitasi
Selaras dengan yang telah disinggung sebelumnya, struktur beton memiliki sifat berpori. Pori-pori ini membuat proses pembersihan dan sanitasi menjadi lebih sulit bila kotoran terperangkap di dalamnya.
Maka dari itu, lantai perlu dibuat kedap untuk menutupnya. Jadi, permukaan bisa dibersihkan secara lebih mudah. Biaya yang dikeluarkan untuk melakukannya pun juga bisa ditekan.
-
Membantu Menjaga Kebersihan Area
Tidak adanya celah mikro dan mudahnya proses pembersihan membuat area menjadi lebih bersih. Alhasil, berbagai kontaminasi silang yang dapat merusak kualitas produk dapat diminimalkan. Hal ini akan mengurangi risiko keracunan maupun bahaya lain.
-
Mengurangi Risiko Kerusakan karena Lembap
Cairan yang masuk ke struktur beton akan membuatnya menjadi lebih lembap. Jika dibiarkan begitu saja, tekanan osmotik yang cukup kuat akan muncul dari bawah ke atas sehingga lantai mengelupas.
Tidak hanya itu, tingginya kelembapan juga memicu pertumbuhan jamur maupun lumut. Tentu hal ini tidak diperbolehkan di industri higienis. Oleh sebab itu, lantai harus kedap.

Alasan Lantai Beton Tahan Kondisi Ekstrem
Selain kedap air, lantai pada industri higienis harus tahan terhadap kondisi ekstrem. Secara garis besar, kondisi tersebut bisa dibagi menjadi empat aspek utama, yaitu:
-
Tahan Benturan dan Beban Berat
Berbagai alat berat bergerak di atas lantai industri higienis setiap harinya. Misalnya adalah forklift. Selain itu, ada juga mesin produksi yang tak kalah berat dan bergetar saat digunakan.
Aktivitas ini membuat lantai mudah retak, pecah, hingga berlubang dalam jangka waktu tertentu. Maka dari itu, lantai perlu dirancang sedemikian rupa agar tetap kuat dan menahan kondisi tersebut.
-
Tahan Perubahan Suhu
Terkadang, industri higienis memiliki dua area yang suhuya saling bertolak belakang meskipun masih dalam satu bangunan. Sebagai contoh, ada area oven yang bersuhu panas dan ada cold storage sebagai penyimpanan dengan suhu rendah.
Saat dibuka, lantai akan terpapar perubahan suhu yang ekstrem. Bila tidak tahan, maka permukaan akan cepat retak bahkan terlepas dari struktur dibawahnya.
-
Tahan Abrasi
Aneka gerakan alat berat maupun pallet jack dapat menimbulkan abrasi dalam jangka waktu panjang. Terlebih lagi bila benda-benda tersebut menggesek lantai secara terus-menerus. Akibatnya, permukaan akan terkikis.
Terkikisnya permukaan membuat debu berterbangan sehingga dapat mengkontaminasi produk yang dibuat. Alhasil, kualitasnya pun menurun. Keberadaan lantai beton yang tahan dengan kondisi ekstrem dapat mengurangi masalah tersebut.
-
Tahan Terhadap Bahan Kimia
Bermacam-macam bahan kimia sering digunakan pada industri higienis. Terkadang, bahan-bahan tersebut tumpah ke atas lantai. Selain itu, cairan pembersih juga kerap dituangkan saat proses sanitasi berlangsung.
Bila lantai tidak tahan dengan kondisi ini, maka permukaannya akan hancur. Dengan demikian, fungsi dan estetikanya pun menurun.
Karakteristik Lantai Beton untuk Industri Higienis
Lantai pada industri higienis perlu memenuhi berbagai karakteristik agar bisa befungsi dengan maksimal dan tahan terhadap air maupun kondisi ekstrem. Berikut beberapa karakteristik tersebut:
- Lantai harus terhampar mulus tanpa ada nat atau sambungan untuk mencegah terperangkapnya kotoran di celah tersebut
- Lantai perlu dibuat melengkung saat bertemu dengan dinding alih-alih membentuk sudut siku-siku agar tidak ada kotoran yang tersangkut.
- Meski mudah dibersihkan dan halus, lantai tetap harus anti-slip agar pekerja tidak mudah terpeleset
- Pori-pori tertutup sehingga lantai kedap air
- Material harus food grade atau aman bagi farmasi agar kandungan material tidak mengkontaminasi produk
Untuk mewujudkannya, Sika® Ucrete® MF bisa dipilih karena tahan terhadap bahan kimia, pertumbuhan bakteri atau jamur, cairan, dan beban mekanik. Selain itu, pelapis ini berimisi VOC rendah dan tidak menimbulkan pencemaran di akhir pencampuran.
Menjaga Lantai Industri Higienis dengan Sika
Dari ulasan di atas dapat diketahui mengapa industri higienis membutuhkan lantai yang kedap air dan tahan dengan kondisi ekstrem. Salah satu produk Sika pun dapat dipertimbangkan untuk mewujudkannya.
Tak perlu khawatir dengan kualitasnya karena Sika sudah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani aneka proyek global. Misalnya adalah Toko Roti Pilger dengan Lantai Higienis di Jerman.
Selain itu, Sika juga menjadi pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang dapat dipilih untuk mendukung proyek Anda.
Dengan Sika, lantai beton di industri higienis akan lebih terjaga. Jadi, kondisinya pun semakin awet dan tahan lama.
Untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan proyek dan kondisi lapangan, Anda juga dapat berkonsultasi langsung dengan Tim Sika agar memperoleh rekomendasi sistem dan produk yang tepat.


Tinggalkan Balasan