suarakarsa.com – Pemerintah Kota Kendari bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan koordinasi untuk menormalkan kembali penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya laporan antrean kendaraan yang sempat terjadi di beberapa titik wilayah Kota Kendari.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengatakan pihaknya bersama Pertamina telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU untuk memastikan kondisi pasokan BBM di lapangan.

Menurutnya, kondisi antrean kendaraan saat ini mulai terkendali. Pemerintah Kota Kendari juga akan melakukan penertiban terhadap pengecer tidak resmi yang diduga melakukan pembelian BBM subsidi secara berulang.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan secara optimal.

“Dari hasil tinjauan kami bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, kondisi SPBU di Kota Kendari sudah tidak lagi mengalami barisan kendaraan yang begitu panjang. Kami berharap dengan adanya penambahan kuota BBM subsidi, kondisi penyaluran BBM dapat kembali kondusif dan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ujar Sudirman.

Pemkot Kendari menilai koordinasi dengan pihak Pertamina menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi BBM, khususnya ketika terjadi peningkatan antrean di sejumlah SPBU.

Pemantauan di lapangan juga akan terus dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Kendari mencatat capaian lain di sektor pelayanan publik. Pemkot Kendari meraih penghargaan sebagai daerah dengan layanan kesehatan terbaik tingkat kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kementerian Dalam Negeri kepada Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, di Makassar pada Jumat, 18 September 2026.

Penghargaan itu diberikan berdasarkan sejumlah indikator penilaian, di antaranya kemudahan akses layanan kesehatan, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta efektivitas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis.

Atas capaian tersebut, pemerintah pusat memberikan insentif fiskal sebesar Rp2 miliar sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja pemerintah daerah dalam meningkatkan standar fasilitas dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pemkot Kendari menegaskan penghargaan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

Fokus pemerintah ke depan adalah memastikan fasilitas kesehatan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah berbagai agenda pelayanan publik tersebut, sinergi antara pemerintah daerah dan pihak terkait, termasuk Pertamina, dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan kepada masyarakat.

Pemantauan dan evaluasi di lapangan akan terus dilakukan agar program-program pemerintah dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Kendari.